Suasana duka atas meninggalnnya salah satu personel PB HMI yang juga mantan Ketum HMI Cab. Makassar, Alm. Ibrahim Dahlan, masih terasa . Berbagai ucapan belasungkawa masih mengalir dari para kader. "HMI kehilangan satu kader terbaik yang memiliki nilai spiritual...........", demikian kata Burhanuddin, Kapala Biro Kesekretariatan PB HMI yang juga kader HMI Makassar. Berikut adalah tulisan Burnanuddin mengenang kepergian Almarhum.
Sebagai seorang sahabat sosok Ibrahim Dahlan tidak akan pernah meninggalkan temannya dalam kesusahan, sosok pribadi mulia “beliau pernah membantu segala urusan pernikahan saya pada tahun 2005” Tutur Rusdi ketika menghadiri acara pemakaman di kediaman almarhum. Bukan hanya dilingkungan keluarga saja beliau berbuat baik, kalangan akademisi merasakan tutur kata dan perbuatan yang patut diteladani, saat mengajar di kampus Andi Jemma Palopo mahasiswa tidak pernah segan meminta bantuan kepada beliau dalam perihal perkuliahan, penyusunan skripsi dan urusan biaya kuliah mahasiswa, bantuan beliau selalu terkenang oleh mahasiswanya sebagai sebuah perbuatan yang patut diteladani. Setelah sebulan menjalani perawatan medis pada hari senin 15 Februari 2010 kita semua tidak akan pernah lagi melihat senyuman beliau, pergi dan takan pernah kembali menghadap kehadirat sang Illahi, senyumanmu selalu kami kenang sebagai senyuman ikhlas sang aktivis.“Kenangan Konferensi Cabang Makassar masih terbayang” tutur Alto, Ketenangan dan kesabaran beliau begitu terlihat ketika terjadi penolakan LPJ Pengurus HMI Cabang Makassar periode 2003-2004 oleh pengurus komisariat yang tidak puas dengan pengurus. Semua pengurusnya diperintahkan untuk tenang ketika forum mulai tidak kolusif lagi, sosok Ibrahim Dahlan tidak terpancing emosinya untuk berbuat anarkhis, segala keputusan sidang beliau terima sebagai bentuk tanggung jawab di dunia.
Kegiatan akademiknya tidak pernah beliau lupakan, sebagai mahasiswa teknik agkatan ’99 selalu memilih belajar dan beraktifitas di HMI bandingkan dengan teman-temannya lebih memilih kegiatan hura-hura saat jeda kegiatan kampus. Kegiatan ekstra dan intra kampus bukan dua hal yang bertentangan tetapi sesuatu hal yang perlu dilakukan rekayasa singkronisasi agar dapat menghasilkan suatu prestasi nyata dimata masyarakat, dengan prinsip inilah beliau dapat menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu tanpa harus didesak oleh pihak kampus dengan sistem Drop Out (DO) yang selalu melanda para aktifis kampus. Setelah menyelesaikan kuliahnya tidak membuat semangat surut untuk mewujudkan cita-cita HMI, pilihannya melanjutkan aktivitas HMI di badko Indonesia Bagian Timur sebagai sekretaris jendral.
Pada tahun 2006 beliau memutuskan mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting Sitti Maryam yang juga berstatus sebagai Bendahara Umum HMI Badko Indonesia Bagian Timur, dari pasangan ini melahirkan seoang anak.
Di akhir masa hidupnya sebelum berpulang kehadirat Allah SWT, beliau sering memanggil teman-teman seperjuangan Hijau-Hitam, walaupun terbaring sakit bibirnya tidak kering dari nasehat buat teman-teman yang selalu menjenguknya. Pekan itu mungkin hari-hari terberat bagi beliau, penyakit yang selam ini diidapnya tidak dapat lagi ditanggulangi dengan pengobatan biasa harus melewati operasi menurut keputusan dokter di R.S Wahidin Sudirohusodo Makassar, kontrak perjanjian harus ditandatangani antara Pihak Rumah sakit dengan keluarga namun beliau bersikeras untuk tidak melakukan praktek operasi, karena desakan keluarga akhirnya beliau menerima keputusan untuk di operasi.
Setelah pelaksanaan operasi pada hari jumat 12 Februari 2010 semua aktivitas beliau dibatasi termasuk bertemu dengan teman-temannya semuanya demi pemulihan kesehatan. Namun segala keinginan adalah milik manusia kehendak ya awalil dan ya akhirin yang menentukan, senin 15 Februari pukul 14.30 masuk SMS “Innalillahi wa innalillahi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah kanda Ibrahim Dahlan” senyumanmu selalu kami kenang sebagai senyuman sang aktivis. (bu12)
| < Prev | Next > |
|---|

