Tools
A+ R A- wide normal
  • Skip to content

logo

  • Home
  • Profil
    • Salam Ketua Umum
    • Sejarah HMI
    • Tema Kepengurusan
    • Struktur Pengurus
    • Profil Pengurus
    • Profil Cabang-cabang
      • Cabang-cabang Utara
      • Cabang-cabang Barat
      • Cabang-cabang Tengah
      • Cabang-cabang Timur
      • Cabang-cabang Sumatra Raya
      • Cabang-cabang Papua
    • Kontak Kami
  • Lembaga
    • LDMI
      • Tentang LDMI
      • Taushiyah
      • Kuliah Jumat
    • LSB
      • Tentang LSB
      • Cerpen
      • Puisi
      • Slilit
  • Aktivitas
    • Pernyataan Sikap
    • Kegiatan PB HMI
    • Kegiatan Cabang
    • Kliping Media
    • Foto Kenangan
  • Artikel
    • Opini
    • Pidato
    • Kolom Ketua
  • Beasiswa & Seminar
    • Beasiswa
    • Seminar
  • Download
    • Hasil Kongres XXVII
    • Lagu Perjuangan
    • Buku Tentang HMI
  • Buku Tamu
  • Pustaka
Berita Terhangat
Sikap Nilai HMI : Oleh: Bahrul Amsal Merujuk pada Anthony Giddens...
Korupsi: Rakyat Tertindas Pejabat Terbahak : Berbicara tentang korupsi di negeri ini sudah san...
Krisis Kritis Mahasiswa : Oleh: Rusdy (Kader HMI Komisariat Fakultas Adab Da...
Masyarakat Sipil dan Demokratisasi Lokal : Oleh : Nurul Huda*) Pasca reformasi ekspresi m...
Tambang Emas Poboya; Antara Investasi dan Kerusaka... : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Indonesia dan Masyarakatnya yang Hilang : Oleh: Bahrul Amsal (Ketua Komisi Pengembangan Inte...
Tangkaplah Pula Bajing yang Lain : Oleh: Alto Makmuralto (Novelis, Ketua Umum PB H...
Tradisi Intelektual Islam : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Secara Substansi Kita Belum Merdeka: Refleksi HUT ... : Oleh: Zulkifli Abdullah (Kader HMI-MPO Cabang Mak...
Membumikan Nilai Ramadhan : Oleh: Zaenal Abidin Riam   Perputaran waktu kemb...

Buku

Masa Depan Tuhan

Masa Depan Tuhan

Oleh: Komaruddin Hidayat ...

Aktivitas

Sumpah Putuskan Pacar a la HMI Kendari

Sunday, 25 March 2012 23:23
Tweet
 sumpahKendari, pbhmi.net – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Kendari, Komisariat Bulan Sabit, menyelenggarakan Basic Training perdana bertempat di salah satu rumah adat di Pusat Promosi Informasi Daerah, pada 15-19 Maret 2012 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. LK I ini dihadiri oleh Asran Salam (PB HMI) dan Bahrul Amsal (Badko Sulambanusa).
Kegiatan LK I kali ini berbeda dengan sebelumnya dari segi waktu (yang diselenggarakan selama 5 hari) maupun materi yang diturunkan. Hal ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh KP Cabang Kendari demi meningkatkan kualitas perkaderan.
Kegiatan dibuka pukul 18.30 Wita oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari Periode 1433-1434 H/ 2011-2012 M, Syarifudin Reeno. LK I ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kendari, yakni Unhalu, Muhammadiyah Kendari, Stikes Mandala Waluya, dengan jumlah peserta 31 orang (29 ikhwan dan 2 orang akhwat).
Diwarnai Insiden
Dalam pelaksanaan LK I ini, ada yang menarik, ketika pada materi ke-7 (Etos Perjuangan) yang digelar malam (17/03), tepat pukul 21.40 Wita, terjadi sebuah insiden perkelahian. Berawal ketika pemateri hendak meminta persetujuan kepada peserta LK I untuk bersumpah agar memutuskan hubungan dengan kekasihnya (baca: pacaran), sebagai jaminan perjuangan ketauhidan, malah disambut dengan sikap negatif dan emosional oleh peserta.
Hampir semua peserta awalnya menolak untuk melakukan sumpah. Penolakan tersebut menimbulkan kegaduhan di antara peserta, yang akhirnya tanpa diduga, tiba-tiba salah seorang peserta yang sedang emosi memukul salah seorang rekannya hingga terjadi perkelahian. Namun dengan sigap, pemandu dan panitia kemudian melerai kedua peserta dan membawanya keluar dari forum agar tak terjadi insiden yang lebih fatal.
Insiden ini membuat kegiatan sempat terhenti sejenak. La Asri Patilaya Buton selaku ketua KP Cabang Kendari yang juga menjadi Koordinator Pemandu mengambil-alih forum untuk menenangkan para peserta yang lain. Pemateri, pemandu, dan panitia mencoba menanyakan penyebab terjadinya insiden. Miskomunikasi menjadi penyebab perkelahian, sehingga membuat salah seorang dari peserta tersinggung setelah dituduh oleh rekannya mempunyai pacar ketika pemateri hendak menyumpah mereka.
Setelah terjadi komunikasi antara peserta dan pemandu, kegiatan kembali berjalan dan akhirnya peserta pun bersedia untuk disumpah walau beberapa peserta memilih untuk pulang dan tidak melanjutkan LK I lagi.
Yakin Usaha Sampai
Senin (19/03/2012), pukul 06.30 Wita, LK I ditutup oleh Koordinator Pemandu, sekaligus secara resmi menyerahkan berkas-berkas kepemanduan kepada panitia. Basic training berhasil meluluskan 17 kader yang kesemuanya ikhwan. Dalam pernyataannya, Bahrul Amsal memberikan motifasi kepada para kader baru HMI, “Yakin Usaha Sampai , kalau belum sampai tetap usaha sampai yakin,” katanya.
Ketua Panitia, Harlianto, dalam sambutannya mengungkapkan sangat mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus dan berharap agar senantiasa konsisten dengan perjuangan HMI ke depan. Dia pun menghimbau agar perkaderan selama 5 hari ini menjadi percontohan komisariat-komisariat yang lain. []

Pengader HMI Dilarang Pacaran, Merokok, dan Pakai Jeans

Sunday, 25 March 2012 11:36
Tweet

HMI gorontalo

Gorontalo, pbhmi.net – Dalam sebuah lokakarya yang digelar pada 11 Maret 2012, Korps Pengader HMI Cabang Gorontalo mengeluarkan keputusan mengenai kode etik pengader. Kode etik ini berlaku secara lokal bagi pengader di lingkungan HMI Cabang Gorontalo.
 
Dalam lembaran surat pemberitahuan Korps Pengader HMI Cabang Gorontalo dengan nomor: 09/A/SEK/04/1433, yang ditandatangani oleh Ketua Korps Pengader, Irwan Arifin, dan sekretarisnya, Dewi Swastika Mokoagow, tercantum sejumlah poin kode etik pengader HMI Cabang Gorontalo yang meliputi: (1) Tidak bersentuhan antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim; (2) Tidak berdua-duaan di tempat yang sepi antara ikhwan dan akhwat;
 
(3) Tidak berboncengan antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim; (4) Tidak berpacaran sebelum menikah; (5) Jarak komunikasi antara ikhwan dan akhwat minimal 1 meter; (6) Tidak melakukan komunikasi (elektronik) antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim untuk hal-hal yang tidak wajar;
 
(7) Mengenakan celana kain bagi ikhwan dan tidak mengenakan celana jeans ketat; (8) Tidak merokok; (9) Tidak menggunakan sandal ketika memandu; (10) Berpakaian rapi (tidak memakai kaos oblong) ketika memandu, membawakan kajian, ataupun memberika Pelatihan Khusus; (11) Melaksanakan sholat berjamaah ketika berada di lokasi LK dan sebisa mungkin bila berada di mana saja;
 
(12) Dianjurkan sholat lail minimal 2 kali dalam seminggu dan puasa senin-kamis; (13) Wajib sholat 5 waktu; (14) Ukuran jilbab bagi akhwat minimal bagian depan menutupi pusar dan bagian belakang menutupi pinggul.
 
Pelanggaran atas kode etik pengader tersebut, akan mendapatkan sanksi tertentu, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, skorsing, hingga pemecatan dari keanggotaan Korps Pengader.
 
Kontroversi
 
Menurut Ketua KP Gorontalo, penerbitan kode etik ini sempat memunculkan kontroversi di kalangan pengader. Sejumlah pengader tidak dapat menerima beberapa ketentuan, utamanya mengenai larangan merokok dan memakai celana jeans. Hal itu karena larangan ini berlaku tidak hanya dalam kegiatan HMI atau di sekretariat HMI, tetapi juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari para pengader. Poin larangan ini terutama diperjuangkan oleh para akhwat.
 
Seperti diakui oleh Ketua Umum HMI Gorontalo, kekhawatiran pengurus bahwa aturan ketat ini akan membuat banyak pengader tidak tahan dan kemudian berhenti menjadi pengader, rupanya tidak terbukti. “Yang marah-marah dan menolak aturan ini hanyalah beberapa oknum pengader yang memang sejak dahulu selalu bermasalah,” kata Kalbi.
 
Kalbi juga mengusulkan agar aturan semacam ini bisa diadopsi secara nasional, sehingga kualitas pengader dan perjaderan HMI dalam menjaga spirit keislaman dapat tetap terawat dengan baik. []

Gorontalo, pbhmi.net – Dalam sebuah lokakarya yang digelar pada 11 Maret 2012, Korps Pengader HMI Cabang Gorontalo mengeluarkan keputusan mengenai kode etik pengader. Kode etik ini berlaku secara lokal bagi pengader di lingkungan HMI Cabang Gorontalo.

 Dalam lembaran surat pemberitahuan Korps Pengader HMI Cabang Gorontalo dengan nomor: 09/A/SEK/04/1433, yang ditandatangani oleh Ketua Korps Pengader, Irwan Arifin, dan sekretarisnya, Dewi Swastika Mokoagow, tercantum sejumlah poin kode etik pengader HMI Cabang Gorontalo yang meliputi: (1) Tidak bersentuhan antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim; (2) Tidak berdua-duaan di tempat yang sepi antara ikhwan dan akhwat;

 

(3) Tidak berboncengan antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim; (4) Tidak berpacaran sebelum menikah; (5) Jarak komunikasi antara ikhwan dan akhwat minimal 1 meter; (6) Tidak melakukan komunikasi (elektronik) antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim untuk hal-hal yang tidak wajar;

 

(7) Mengenakan celana kain bagi ikhwan dan tidak mengenakan celana jeans ketat; (8) Tidak merokok; (9) Tidak menggunakan sandal ketika memandu; (10) Berpakaian rapi (tidak memakai kaos oblong) ketika memandu, membawakan kajian, ataupun memberika Pelatihan Khusus; (11) Melaksanakan sholat berjamaah ketika berada di lokasi LK dan sebisa mungkin bila berada di mana saja;

 

(12) Dianjurkan sholat lail minimal 2 kali dalam seminggu dan puasa senin-kamis; (13) Wajib sholat 5 waktu; (14) Ukuran jilbab bagi akhwat minimal bagian depan menutupi pusar dan bagian belakang menutupi pinggul.

 

Pelanggaran atas kode etik pengader tersebut, akan mendapatkan sanksi tertentu, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, skorsing, hingga pemecatan dari keanggotaan Korps Pengader.

 

Kontroversi

 

Menurut Ketua KP Gorontalo, penerbitan kode etik ini sempat memunculkan kontroversi di kalangan pengader. Sejumlah pengader tidak dapat menerima beberapa ketentuan, utamanya mengenai larangan merokok dan memakai celana jeans. Hal itu karena larangan ini berlaku tidak hanya dalam kegiatan HMI atau di sekretariat HMI, tetapi juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari para pengader. Poin larangan ini terutama diperjuangkan oleh para akhwat.

 

Seperti diakui oleh Ketua Umum HMI Gorontalo, kekhawatiran pengurus bahwa aturan ketat ini akan membuat banyak pengader tidak tahan dan kemudian berhenti menjadi pengader, rupanya tidak terbukti. “Yang marah-marah dan menolak aturan ini hanyalah beberapa oknum pengader yang memang sejak dahulu selalu bermasalah,” kata Kalbi.

 

Kalbi juga mengusulkan agar aturan semacam ini bisa diadopsi secara nasional, sehingga kualitas pengader dan perjaderan HMI dalam menjaga spirit keislaman dapat tetap terawat dengan baik. []

 

HMI Gorontalo Terus Benahi Perkaderan

Sunday, 25 March 2012 08:15
Tweet

HMI gorontaloGorontalo, pbhmi.net – Bertempat di kampus Universitas Negeri Gorontalo (20/03/2012), pengurus baru HMI Cabang Gorontalo periode 2012-2013 dilantik. Pelantikan ini langsung dilakukan oleh Ketua Umum PB HMI, Alto Makmuralto. Kegiatan pelantikan ini dihadiri sekitar 100-an orang peserta, yang terdiri alumni HMI, perwakilan organisasi sahabat, dan kader HMI Cabang Gorontalo sendiri.

Dalam sambutannya, Kalbi Tulusa, Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, mengatakan, diperlukan suatu upaya yang serius untuk mengawal dan membina perkaderan sehingga HMI nantinya diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggulan, yakni kader yang kuat secara intelektual, spritual, serta memiliki kecakapan hidup (psikomotorik) yang mumpuni.

Kepengurusan HMI Cabang Gorontalo kali ini mengusung tema “Reposisi Kultural HMI: Mewujudkan Kader Insan Ulul Albab Menuju Gorontalo yang Madani”. Tema ini merupakan refleksi dari kehendak warga HMI Gorontalo untuk terus memperkuat basis perkaderan. “Kami senantiasa fokus untuk penguatan perkaderan,” kata Kalbi.

Ketua Umum PB HMI dalam sambutannya mengatakan, tema yang diusung HMI Gorontalo itu sejalan dengan visi-misi kepengurusan PB HMI periode 2011-2013 yang berorientasi pada penguatan perkaderan dan pembenahan keorganisasian HMI. Kembali memperkuat perkaderan bukanlah suatu langkah mundur bagi HMI, kata Alto. Justru hal ini merupakan suatu usaha dan tindakan yang revolusioner, katanya. Menurut Alto, di tengah situasi di mana kaum muda lebih cenderung berpikir pragmatis, oportunis, dan merapat pada kekuasaan (politik dan ekonomi), HMI-MPO justru melakukan patahan (hijrah kembali) dengan mengusung suatu gerakan perkaderan dan keilmuan.

“Tujuan dari organisasi HMI ini bukanlah untuk sekadar mengurusi penyikapan-penyikapan politik. Hal semacam itu tetap penting, namun bukan fokus utama HMI. HMI tidak cenderung bicara soal besok dan lusa, HMI senantiasa bicara dan memikirkan soal kemasa-depanan. Tujuan utama dari organisasi ini adalah untuk mendidik dan membina anak-anak muda (mahasiswa) Islam sehingga mampu dengan sendirinya berjalan menuju derajat insan ulul albab,” kata Alto. “Karena itu, setiap program dan kegiatan HMI harus senantiasa berorientasi pada usaha pendidikan, penggemblengan, atau pembinaan manusia menuju insan ulul albab,” tambahnya.

Rangkaian Kegiatan

Selain melantik kepengurusan, Ketua Umum PB HMI juga menyampaikan sejumlah materi kajian yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, bertempat di sekretariat HMI Cabang Gorontalo dan di asrama mahasiswa Gorontalo.

Tema kajian yaitu: "Membangun Gerakan Intelektual" serta "Islam sebagai Agama Pembebasan". Kegiatan kajian ini diikuti secara antusias oleh para pengurus cabang dan komisariat, serta kader-kader HMI yang lain.

"Ber-HMI pada prinsipnya tidak sekadar berorganisasi, tetapi juga hakikatnya ialah menjalankan, mengoperasikan, dan mendakwahkan misi-misi ideologis Islam," kata Alto. []

HMI Wonosobo Peringati Milad

Saturday, 17 March 2012 14:40
Tweet

bedah bukuWonosobo, pbhmi.net - Dalam rangka memperingati Milad HMI yang ke-65, HMI Cabang Wonosobo mengadakan serangkaian acara yang dimulai dengan Bakti Sosial sampai Bedah Buku dan temu kader dan alumni se-Wonosobo sebagai acara puncaknya Milad. Bakti Sosial telah dilaksanakan di Sawangan pada tanggal 06-13 Februari 2012 dan Alhamdulillah berlangsung lancar dan sukses meski dengan berbagai macam kendala yang cukup berarti.

Road Show Milad selanjutnya adalah acara HMI BOOK FAIR 2012 yang berisi kegiatan bazaar buku pada tanggal 12-17 Maret dan juga bedah buku. Dalam kesempatan ini, ada dua buah buku yang dibedah yaitu tentang ke-HMI-an dan yang satunya tentang umum. Buku yang pertama dibedah berjudul “HMI, Pemikiran dan Gerakan Intelektual” dengan pembicara Bapak ‘Aid Mustaqim selaku dosen UNSIQ dan alumni PMII, Kanda Ratno Sukamto selaku mantan DPRD Wonosobo dan juga alumni HMI serta Akhi Ahmad Sahide sebagai salah satu penulis bukunya.

Bedah buku ini mendapat tanggapan yang cukup antusias dari para mahasiswa. Acara yang merupakan puncak Milad ini diisi dengan bedah buku dan temu kader dan alumni HMI se-Wonosobo. 

Formatur Baru HMI Cabang Bima Terpilih

Monday, 26 December 2011 04:04
Tweet

PBHMI.Net, Bima - Setelah beberapa bulan tertunda akhirnya Konferensi Cabang Bima digelar. Dihadiri kader-kader Cabang Bima dan sejumlah senior dari Mataram dan Makassar.

Konferensi merekomendasikan dua nama kandidat, yaitu Bukhari dan kedua Wawan Risman. Namun dala pemilihan, Wawan Risman yang kemudian dipercaya sebagai formatur cabang, Ahad (25/12).

Read more...

More Articles...

  • HMI Cabang Yogya Gelar Konferensi Ke-61
  • Kemenristek Akan Gandeng OKP Pasarkan Teknologi
  • HMI Purworejo Aksi Solidaritas Sondang Dan Mesuji
  • PB HMI-MPO Menolak Penyegelan Kantor Greenpeace Indonesia
  • Sorsel Terisolasi, Pendidikan Memprihatinkan

Page 1 of 206

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Joomla 1.6
HMI MPO on Facebook | Milis HMI MPO | Milis Cabang | Web Mail PB HMI | Redaksi
PBHMI.Net @2011