Tools
A+ R A- wide normal
  • Skip to content

logo

  • Home
  • Profil
    • Salam Ketua Umum
    • Sejarah HMI
    • Tema Kepengurusan
    • Struktur Pengurus
    • Profil Pengurus
    • Profil Cabang-cabang
      • Cabang-cabang Utara
      • Cabang-cabang Barat
      • Cabang-cabang Tengah
      • Cabang-cabang Timur
      • Cabang-cabang Sumatra Raya
      • Cabang-cabang Papua
    • Kontak Kami
  • Lembaga
    • LDMI
      • Tentang LDMI
      • Taushiyah
      • Kuliah Jumat
    • LSB
      • Tentang LSB
      • Cerpen
      • Puisi
      • Slilit
  • Aktivitas
    • Pernyataan Sikap
    • Kegiatan PB HMI
    • Kegiatan Cabang
    • Kliping Media
    • Foto Kenangan
  • Artikel
    • Opini
    • Pidato
    • Kolom Ketua
  • Beasiswa & Seminar
    • Beasiswa
    • Seminar
  • Download
    • Hasil Kongres XXVII
    • Lagu Perjuangan
    • Buku Tentang HMI
  • Buku Tamu
  • Pustaka
Berita Terhangat
Sikap Nilai HMI : Oleh: Bahrul Amsal Merujuk pada Anthony Giddens...
Korupsi: Rakyat Tertindas Pejabat Terbahak : Berbicara tentang korupsi di negeri ini sudah san...
Krisis Kritis Mahasiswa : Oleh: Rusdy (Kader HMI Komisariat Fakultas Adab Da...
Masyarakat Sipil dan Demokratisasi Lokal : Oleh : Nurul Huda*) Pasca reformasi ekspresi m...
Tambang Emas Poboya; Antara Investasi dan Kerusaka... : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Indonesia dan Masyarakatnya yang Hilang : Oleh: Bahrul Amsal (Ketua Komisi Pengembangan Inte...
Tangkaplah Pula Bajing yang Lain : Oleh: Alto Makmuralto (Novelis, Ketua Umum PB H...
Tradisi Intelektual Islam : Oleh: Mahadin Hamran (Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pa...
Secara Substansi Kita Belum Merdeka: Refleksi HUT ... : Oleh: Zulkifli Abdullah (Kader HMI-MPO Cabang Mak...
Membumikan Nilai Ramadhan : Oleh: Zaenal Abidin Riam   Perputaran waktu kemb...

Buku

Masa Depan Tuhan

Masa Depan Tuhan

Oleh: Komaruddin Hidayat ...

Buku Tamu

Sign guestbookSign guestbook:

asep setiawan     14 June 2013 10:48 | tangerang
Tangerang, Jumat 14 Juni 2013
Kepada
DPP Himpunan Mahasiswa Islam
Di,-
Tempat

Assalamualikum warahmatullahi wabarokatuh

Saya melihat NEGARA DALAM BAHAYA karena pemerintah mengetahui:
1. Di samping sandang, pangan, dan papan, ENERGI telah menjadi kebutuhan primer dan menyangkut hajat hidup orang banyak.
2. Cadangan minyak mentah di bumi Indonesia terus menipis.
3. Harga minyak mentah di pasar dunia cenderung terus meningkat.
4. Konsumsi BBM dalam negeri terus meningkat.
5. Dalam waktu dekat Negara akan sangat tergantung pada impor BBM.
6. Subsidi BBM memberi beban yang berat pada APBN.
7. Pengurangan ataupun penghapusan subsidi BBM akan menimbulkan gejolak ekonomi dan keresahan yang luas di masyarakat.
8. Ada sumber energi yang murah seperti CNG dan NUKLIR.
9. Ketika ada rencana mengurangi subsidi BBM, pemerintah mengiming-imingi rakyat dengan sesuatu yang tidak ada secara signifikan dalam rencana mereka.

Dengan pengetahuan yang terang benderang seperti itu, pemerintah lalai melakukan antisipasi kebutuhan rakyat akan energi murah dan berkelanjutan dengan tidak memberikan alternatif sumber energi yang beragam kepada rakyat, serta hampir tidak melakukan apa-apa untuk mengembangkan CNG dan Nuklir sebagai sumber energi yang lebih murah.

Jika terus dibiarkan, kelalaian pemerintah itu dikhawatirkan akan berakibat:
1. Membahayakan keuangan Negara.
2. Membahayakan penghidupan rakyat secara keseluruhan.
3. Membahayakan perekonomian nasional.
4. Menimbulkan keresahan yang luas di masyarakat.
5. Membuat Indonesia akan sangat tergantung pada luar negeri.
6. Membahayakan Ketahanan Energi Nasional.
7. Membahayakan Ketahanan Nasional secara umum.
8. Menjerumuskan Negara ke arah kebangkrutan dan kehancuran.

Sebenarnya inipun tidak dapat dikatakan kelalaian, tapi seperti ada upaya yang sengaja, terencana, sistematis, dan bertahap untuk menggiring Negara menuju kebangkrutan, kekacauan, dan kehancuran.

Apa yang dikhawatirkan itu memang belum terjadi, tetapi jika kegagalan dalam melakukan antisipasi kebutuhan rakyat akan energi yang murah dan berkelanjutan ini dibiarkan dan tidak ada koreksi, maka kekhawatiran itu menjadi hal yang lumrah dan nicaya.

Saya kira dari sudut pandang saya yang awan ini ada poin yang bisa dijadikan perkara di PTUN, ada poin yang bisa dijadikan perkara di MK, dan ada poin yang bisa dijadikan perkara di MPR.

Wa salam

Asep Setiawan
fantasidedi@yahoo.com

Pandu     21 May 2013 15:41 | Surabaya
Semangat Hijau hitam selalu mengharmonisasikan bangsa, semoga tetap tentram, dan jauh dari azab.. ;) :p

Furqan DAT     16 April 2013 10:51 | Surabaya
Assalamu'alaikum Kanda dan yunda :)

saya ingin tau, apakah HMI MPO di surabaya itu ada, Jika ada mohon alamatnya dikarnakan Alamat yang di cantumkan tidak UPDATE,kirim ke e-mail ane
untuk saudara dan saudari yang mau ikut HMI, akan tetapi tidak ada komisariat, mungkin anda bisa mencari Info Lk terdekat di cabang tempat anda mencari ilmu, ( cabang jakarta,cabang bekasi, dan cabang kota lainnya)

RAP     19 March 2013 17:00 | pertiwi
PESAN KEPADA MASY. IBU PERTIWI: MASY. HARUS HATI2 ATAU WASPADA MASYRKAT UMUM ATAU SIPIlL(LUAR MILITER) APABILA TERPILIH JADI PRESIDEN YG DITAKUTKAN AKAN TERJADI KUDETA KEPEMIMPINAN OLEH militer yg busuk pdhl masih banyak militer yg berjiwa nasionalis KARENA ADANYA JENDRAL MILITER yg tdk nasionalis (mengadu domba rakyat,institusi, n golongan)BERKUMPUL MAUPUN PENSIUNANNYA.. DAN BISA TERJADI SEPERTI JAMAN SOEKARNO.(DASAR BERBICARA) MENURUT SESEORANG SEJARAHWAN PADA ZAMAN SOEKARNO PERNAH TERJADI KUDETA MILITER ZAMAN SOEKARNO "DEWAN JENDRAL VS DEWAN REVOLUSI" (SEARCHING DI YAHOO) APAKAH AKAN TERJADI VERSI KE 2 TOLONG MASY. SEJARAH ADA PEMBELAJARAN,,, cb cari merdeka comdi "kudeta amerika"(-- BUKTI BAHWA MILITER KITA PRO KE AS DENGAN MENGGOSIPKAN SOEKARNO PKI SMKIN MEYAKINKAN DGN DUKUNGAN SOEKARNO BERSHABAT DENGAN PEMIMPIN2 NEGARA KOMUNIS) PDHL TIDAK BELIAU MEMANG SENANG BERSAHABAT TDK INGIN INDONESIA DIREMEHKAN.. BERGAUL DGN NEGARA KOMUNIS UTK MENDAPATKAN PERSEJATAAN YG CANGGIH TANPA MEMBELI/mengutang.KALAU soekarno komunis indonesia bisa merdeka sudah lama sbelum tahun 1945,korupsi jendral MILITER TIDAK PERNAH DIUNGKIT KARENA UTANG PERSENJATAAN MILITER kita yg diam2 hnya militer sendiri yg tau bukan negara Dari zaman soeharto sampai pak yono sudah membludak utang dan uang yg dikembalikan dr hasil korupsi pejabat ke negara bukan utk rakyat tapi membayar utang persejataan militer.(pemerasan oleh luar negri). JGN SAMPAI TERULANG KARENA CARA DAN AKAL TIDAK AKAN BERUBAH2.INI TDK ADA MAKSUD APA2 TAPI UNTUK KEBAIKAN NEGARA. BIAR BISA BERBENAH. MASYRAKAT INDONESIA TIDAK BODOH SEMUANYA PINTAR DAN SUDAH TAHU(UDAH BISA BUAT PESAWAT KOK HEHE) TETAP IKARENA TAKUT HILANGNYAWA,HARTA,ANAK DAN ISTRI, DLL.DARI ORG2 TINGGI. KPK AWALNYA DIBENTUK OLEH SIAPA?? N apa mngkin BERTUJUAN sbg senjata UNTUK BYR UTG ITU>>eh TERNYATA SENJATA MAKAN TUAN....karena rakyat sudah mendukung penuh KPK..kasihan skrg pimpinan kpk n keluarganya HIDUP INDONESIA SEMOGA ALLAH SELALU MENUNTUN KITA

RAP     19 March 2013 16:59 | pertiwi
PESAN KEPADA MASY.


259
Entries in guestbook
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Joomla 1.6
HMI MPO on Facebook | Milis HMI MPO | Milis Cabang | Web Mail PB HMI | Redaksi
PBHMI.Net @2011